Festival Pas’ungko Sorot Budaya Suku Subanen

Pelajar di Filipina merayakan Festival Pas'ungko

Festival Pas’ungko baru-baru ini berlangsung di Misamis Occidental. Perayaan yang ke-9 ini bertujuan untuk menunjukkan rasa syukur atas berlimpahnya hasil panen di Misamis Occidental. Festival Pas’ungko juga mengangkat budaya dari Suku Subanen.

Di tahun ini, Festival Pas’ungko bertemakan ‘Pasalamat sa Abundang abot ug Kita sa Katilingban Misamisnon’ yang artinya ‘Ucapan Syukur dari Kelimpahan dan Panen Misamisnon. Sesuai dengan temanya, festival ini bertujuan untuk meminta berkah atau karunia terhadap hasil panen provinsi. Juga untuk mempromosikan berbagai acara dan destinasi pariwisata kebanggaan provinsi kepada wisatawan.

Asisten Sekretaris yang mewakili Menteri Pariwisata Bernadette Romulo Puyat, Myra V Abunakar mengucapkan terima kasih kepada panitia yang menyelenggarakan festival karena berhasil mewujudkan salah satu festival nasional ini. Serta juga memberikan arti penting bagi keberlangsungan budaya, terkhusus bagi Suku Subanen.

“Perayaan seperti ini membuat warga Filipina bangga dan menjadikan kita negara yang berbeda dengan negara lain. Kita harus bangga, siapapun kita,” ungkapnya.

Salah satu kegiatan yang meramaikan Festival Pas’ungko yaitu kompetisi tari jalanan. Ratusan siswa dari berbagai sekolah di provinsi ini berlomba, bahkan juga siswa yang putus sekolah. Mereka unjuk kebolehan di Subanen Ritual Dance Showdown Competition .

Kompetisi Pertunjukan Tari Ritual Subanen pun dimulai sekitar pukul 01.30 siang dan berlangsung hingga malam. Kompetisi ini diselenggarakan pada 17 November 2018 di Misamis Occidental Provincial Athletic Complex (MOPAC).

 

Kompetisi tari jalanan di Festival Pas’ungko tidak hanya sekedar perlombaan, tapi juga menunjukkan kepekaan budaya melalui persentasi tarian. Peserta harus mempelajari secara mendalam persentasi apa makna dan filosofi tarian sebelum dijadikan karya seni.

Menurut DOT Wilayah 10, Direktur Mei Unchuan acara festival ini setidaknya dihadiri oleh 7.000 orang. Para peserta pun memenuhi Misamis Occidental Provincial Athletic Complex (MOPAC) Grandstand.

Sebanyak 11 kontingen pun berlomba menampilkan tarian yang menunjukan representasi dari Suku Subanen. Adapun mereka berasal dari Ozamiz City, Oroquieta Cilty, Don Victoriano, Plaridel, Sinacaban and Baliangao town, Misamis Annex Integrated School, Joseline National High School, Misamis Occidental NHS, Kanuman NHS dan Conception NHS.

Mereka tidak hanya menampilkan tarian saja, namun presentasi yang memperlihatkan pakaian tradisional Suku Subanen ini menceritakan tentang sejarah dan budaya, hingga ritual dan kesusastraan Suku Subanen. (PDOT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *