Terumbu Tubbataha

[titleborder title=”Sekilas Tentang Terumbu Tubbataha” color=”green”]
This wonder of the underwater world is a source of Philippine pride. Tubbataha Reefs Natural Park is one of the best dive sites in the world. An astonishing density and diversity of coral and fish thrive in this underwater sanctuary.
Wilayah 4-B
Terumbu Tubbataha
Taman Laut
Taman Laut pertama di Filipina juga merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Bulan Oktober 2012, Future Policy Awards di Hyderabad mengakui Terumbu Tubbataha sebagai panutan dalam konservasi terumbu karang dan menganugerahkan dua Silver Awards.
Tempat ini sangat ideal bagi wisatawan yang peduli lingkungan. Pengunjung yang menyaksikan keindahannya semakin sadar akan tanggung jawab melindunginya untuk generasi mendatang.
[titleborder title=”Kegiatan Utama” color=”green”]

Menyelam Sepuasnya

Maret sampai pertengahan Juni merupakan waktu terbaik untuk berkunjung. Lautannya lebih mudah untuk diarungi dan jarak pandang bawah air mencapai puncaknya–yaitu sampai dengan 45 meter!
Hidup di tengah laut
Beberapa perusahaan menyelam menawarkan perjalanan bermalam di atas kapal agar pengunjung dapat lebih puas menyelam. Untuk informasi selengkapnya kunjungi www.tubbatahareef.org.
[titleborder title=”Bagaimana Mencapainya” color=”green”]

Udara

Anda dapat terbang dari Manila ke Puerto Princesa City, Palawan.
Darat

Laut
Tubbataha is about 10 hours by boat from Puerto Princesa City. It is only accessible through live-aboard boats.
Saran dari penduduk setempat
Tubbataha berjarak 10 jam perjalanan menggunakan kapal dari Puerto Princesa City. Tempat ini hanya dapat dikunjungi dengan perjalanan bermalam di kapal.
“Jika dalam malam kelam terdengar lagu merdu di permukaan laut–jangan takut! Lagu itu bukan lagu putri duyung yang memancing pelaut menuju maut melainkan dari jagawana yang sedang berkaraoke di pos mereka di atas gosong pasir rahasia di antara dua pulau kecil di Tubbataha. Kunjungi di pagi hari untuk mendapatkan kaos, topi pandan, dan pernak-pernik lainnya dari Tubbataha. Dengan tips tambahan Anda mungkin akan diajak melihat “warga setempat” seekor hiu perawat (ginglymostoma cirratum) sepanjang 3 meter sedang mencari makan. Anda boleh saja menantang para jagawana untuk berkaraoke. Tapi awas, yang kalah harus terjun ke air.
“Kebanyakan hiu yang berkeliaran dan tuna tenggiri (gymnosarda unicolor) punya kebiasaan buruk menghampiri penyelam. Jangan takut–mereka tidak menggigit. Kesempatan untuk berfoto bersama hewan-hewan bersisik ini pun cukup mudah tapi Anda sama sekali tidak boleh menggunakan lampu kilat saat mengambil gambar.”
Gregg Yan, Manajer Komunikasi dan Media, WWF – Filipina

[titleborder title=”INFORMASI HARGA” color=”green”]
BARANG/JASA Harga
Paket – Perjalanan bermalam di kapal USD 1.200 – 3.000
Kegiatan – Tiket Museum Php 3.000 / orang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *